UJI MIKROBIOLOGIS AIR

Praktikum ke-10

m. a. Dasar-dasar Mikrobiologi Akuatik

 

UJI MIKROBIOLOGIS AIR

Oleh :

Gia Marta Novia

C14070034

TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN AKUAKULTUR

DEPARTEMEN BUDIDAYA PERAIRAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR


I. PENDAHULUAN

 1.1  Latar Belakang

 Bakteri merupakan mikroorganisme yang berukuran mikroskopik, yaitu mahluk yang mempunyai ukuran  sangat kecil dimana setiap selnya hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Keadaan bakteri di alam ini ada yang bersifat menguntungkan dan ada yang bersifat merugikan bagi kepentingan manusia, karena adanya bakteri yang menguntungkan bagi kepentingan manusia maka perlu dipelajari bagaimana supaya bakteri yang menguntungkan ini, keberadaannya (kapasitas jumlahnya) dapat diperbanyak sedangkan untuk bakteri yang merugikan (pathogen) dapat dicari anti biotik dan dapat dilakukan suatu tindakan antisipasi atau tindakan pencegahan dari infeksi bakteri ini.

Bakteri dapat hidup diberbagai macam habitat. Air merupakan salah satu habitat bakteri. Air yang sudah tercemar oleh bakteri patogen sangat berbahaya apabila sampai terminum oleh manusia. Bakteri jenis Escherichia coli merupakan petunjuk yang paling efisien dalam menduga pencemaran air. Hal ini karena bakteri ini hanya dan selalu terdapat dalam tinja. Oleh karena itu dalam praktikum ini dilakukan uji mikrobiologis air dengan beberapa sample air.

 I.2 Tujuan

Tujuan dari praktikum Uji Mikrobiologis Air ini adalah mandeteksi bakteri Escherichia coli sebagai indicator pencemaran oleh tinja.

II. METODE KERJA

2.1 Waktu dan Tempat

             Praktikum  ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 13 Mei 2009 pukul 07.00-10.00 di Laboratorium Kesehatan Ikan. Praktikum kedua dilakukan pada hari Kamis tanggal 14 Mei 2009 pukul 10.30, dan pengamatan hari Jumat tanggal 15 Mei 2009 pukul 10.00 di Laboratorium Kesehatan Ikan Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

2.2 Alat dan Bahan

 Alat-alat yang dibutuhkan dalam praktikum uji mikrobiologis ini adalah lup inokulasi (ose), pipet tetes, cawan petri, korek api (gas), tabung durham, bunsen, inkubator untuk menginkubasi bakteri. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah 12 sampel air dari tempat yang berbeda, alkohol 70%, media EMBA, dan media lauril triptosa cair.

2.3 Prosedur Kerja

 Air sampel yang telah dibawa dihomogenkan. Selanjutnya dipindahkan sebanyak 1 ml ke dalam medium lauril triptosa. Setelah itu sampel diinkubasikan selama 24 jam pada suhu 35oC dan diamati perubahan yang terjadi. Hasil biakan yang menunjukkan reaksi positif digoreskan pada medium EMBA dan diinkubasikan lagi pada suhu 35oC selama 24 jam. Setelah itu dilakukan pengamatan, warna hijau metalik menunjukkan bahwa di dalam sampel terdapat bakteri E. Coli.

          

 III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil

Tabel 1. Uji Mikrobiologis Air

Uji Presumtived Uji Confirmed
No. Air Sampel 1ml 10 ml 1 ml 10 ml
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 Air Bara 1 - - - - - - + + + + + +
2 Air Kran Toilet BDP + + + + + + + + + + + +
3 Air Bara 2 + + + + + + - - - + +  +
4 Sumur Bateng + + + + + + - - - - - -
5 Aqua - - - - - - - - - - - -
6 Air Kantin Dolphin + + + + + + + + + - - -
7 Air Aceros - - - - - - - - - - - -
8 Air Badoneng - - + - - - - - - - - -
9 Air Astri + + + + + + + + + + + +
10 Air Astra + + + + + + - - - + + +
11 Danau LSI + + + + + + + + + + + +
12 Kolam Bawah + + + + + + + + + + + +

Keterangan :

Uji Presumtived : +   = Ada gelembung di tabung durham

: –    = Tidak ada gelembung di tabung durham

Uji Confirmed     : +   = Koloni berwarna hijau metalik

-        = Koloni tidak berwarna

 3.2 Pembahasan

            Kegiatan praktikum mengenai uji mikrobiologis air dilakukan melalui tiga tahapan yaitu uji duga, uji penguat, dan uji lengkap. Semua uji melalui tahapan-yahapan yang mesti dilakukan secara bertahap. Praktikum uji mikrobiologis kali ini hanya menggunakan dua uji yaitu uji duga dan uji penguat.

Uji duga (presumtived test) merupakan uji yang menunjukan organisme yang dapat memfermentasi laktosa menghasilkan asam dan gas. Dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa bakteri yang terkandung dalam sample (air kran toilet BDP, bara 2, sumur bateng, kantin dolphin, badoneng, astri, astra, LSI, Kolam bawah) dapat memfermentasi laktosa menjadi asam dan gas yang ditunjukan dengan adanya gelembung pada media lauril triptosa cair. Hal ini menunjukan sample mengandung bakteri Escherichia coli. Menurut Fardiaz (1992), Pada kondisi aerobik bakteri ini (Escherichia coli) mengoksidasi asam amino, sedangkan jika tidak terdapat oksigen metabolisme menjadi bersifat fermentatif dan energi diproduksi dengan cara memecah gula menjadi asam organik. Jenis bakteri ini dapat tumbuh pada medium sederhana pada kisaran pH dan suhu yang luas. Ditambahkan lagi oleh Fardiaz (1992), Escherichia coli memproduksi lebih banyak asam di dalam medium glukosa, yang dapat dilihat dari indikator merah metil, memproduksi indol, tetapi tidak memproduksi asetoin (asetil metil karbinol). Bakteri ini memproduksi CO2 dan H2 dengan perbandingan 1:1 dan tidak dapat menggunakan sitrat sebagai sumber karbon.

Selanjutnya adalah uji penguat (corfirmed test). Uji ini merupakan lanjutan dari presumtived test, yang diawali dengan membuat piaraan agar tuang dari piaraan laktosa cair pada media agar selektif dan diferensial yaitu Eosine Methyline Blue Agar (EMBA). Uji ini dilakukan untuk memperkuat dugaan bahwa sample yang dipakai dalam percobaan benar-benar mengandung bakteri Escherichia coli. Dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa dalam medium EMBA terdapat koloni bakteri E. coli yang ditunjukan dengan warna hijau metalik pada medium EMBA tersebut. Menurut Wigati (2004), Escherichia coli biasanya tidak berkapsul. Pada media agar, koloni bakteri yang tumbuh tampak basah, halus, berwarna putih dan permukaannya licin. Bakteri ini meragi glukosa menjadi asam, mereduksi nitrat menjadi nitrit, ada yang membentuk idol dan bereaksi positif pada uji merah fakultatif. Bakteri ini motil, sel-selnya peritrikus (fagela secara merata tersebar diseluruh permukaan tubuh) dan memiliki ciri-ciri biokimia, banyak sekali terjadi perubahan pada substrat dan keterangan ini memberikan cara-cara dasar untuk pembedaan dan identifikasi spesies (Pelezar dan Chan ,1986).

Dari hasil percobaan diatas dapat diketahui bahwa semua sample mengandung E. coli kecuali pada air aceros dan aqua yang tidak mengandung bakteri E. coli sama sekali. Air sampel yang positif mengandung E. coli sudah pasti tercemar oleh tinja dan mengandung bakteri pathogen. kehadiran E. coli merupakan petunjuk vang paling efisien, karena E.coli tersebut hanya dan selalu terdapat dalam tinja. Dengan ditemukannya bakteri coliform terutama E. coli, maka diduga keras bahwa air itu mengandung patogen. Pathogen penyebab penyakit misalnya Salmonella typhosa, Shigella dysenteriae dan Vibrio comma. Bakteri E. coli merupakan jasad indicator pencemaran air atau makanan oleh tinja. Air atau makanan yang mengandung bakteri coliform atau E. coli, maka dikatakan bahwa air atau makanan tersebut memiliki kualitas yang tidak baik dan tidak layak digunakan untuk kepentingan manusia (mandi, makan, minum dll) karena air yang tercemar oleh tinja (E. coli), mengandung bakteri pathogen yang membahayakan kesehatan manusia. Sebagian besar E. coli merupakan mikrobiota normal pada saluran pencernaan manusia dan binatang tetapi ada beberapa galur yang bersifat patogen (Kreg & Holt, 1984 dalam: Wigati, 2004).

IV. KESIMPULAN DAN SARAN

 4. 1 Kesimpulan

 

            Kegiatan praktikum mengenai uji mikrobiologis air untuk mengetahui bakteri  E. coli ini dikatakan berhasil. Indikator keberhasilan dapat dilihat dari para praktikan yang dapat mengetahui adanya ciri-ciri bakteri E. coli pada sampel air ditandai dengan warna hijau metalik pada air sampel yang positif mengandung bakteri E.coli. Air minum aqua dan aceros tidak mengandung bakteri yang terdapat pada tinja ini.

 4.2 Saran

Pada kegiatan praktikum selanjutnya disarankan agar jenis bakteri yang diuji banyak dan lebih bervariasi. Dalam hal ini dapat digunakan jenis bakteri yang berbeda untuk setiap kelompok.

DAFTAR PUSTAKA

 Fardiaz S. 1992. Mikrobiologi Pangan 1. Jakarta: Gramedia Pusaka Utama.

Pelezar, M.J. & Chan, E.C.S. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi, volume 1 .Hadioetomo; R.S, Imas, T; Tjitrosomo, S.T; Angka, S.L. Jakarta: UI-pres; 1986. Terjemahan dari: Elements of Microbiology.

Wigati, KT. 2004. Disinfeksi Escherichia coli melalui Fotoelektrokataksis pada lapisan Komposit [skripsi]. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.

About these ads

About Gya's Blog

"Gya" Mahasiswi IPB (2007)...Mayor Teknologi dan Management Perikanan Budidaya...

Posted on 11/01/2012, in Sains and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: