GAMBARAN DARAH PADA IKAN LELE (Clarias batrachus)

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Darah dianggap sebagai jaringan khusus yang menjalani sirkulasi, terdiri dari sel-sel yang terendam dalam plasma darah. Aliran dalam seluruh tubuh menjamin lingkungan yang tetap, agar semua jaringan sel mampu melaksanakan fungsinya. Kemudian, darah merupakan salah satu komponen sistem transport yang sangat vital keberadaannya. Peran penting darah di dalam tubuh yaitu sebagai pengangkut zat-zat kimia seperti hormon, sebagai pengangkut zat buangan hasil metabolisme tubuh, ataupun sebagai pengangkut oksigen dan karbondioksida.

Gambaran darah suatu organisme dapat digunakan untuk mengetahui kondisi kesehatan yang sedang dialami oleh organisme tersebut. Dalam budidaya, diketahuinya faktor kesehatan ikan sangat penting guna mencapai suatu target yang diinginkan untuk mencapai suatu keberhasilan. Oleh karena itu, maka praktikum ini mempelajari mengenai gambaran darah dari sampel ikan yaitu ikan lele.

 

1.2 Tujuan

Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui parameter gambaran darah pada ikan lele (Clarias batrachus).

II. METODOLOGI

2.1 Waktu dan Tempat

Praktikum dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 10 dan 17 November 2009 pukul 07.00 s.d 10.00 WIB di Laboratorium Laboratorium Kesehatan ikan, Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

2.2 Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam praktikum ini pipet bulir merah, haemocytometer, mikroskop, gelas objek, cover glass, jarum suntik, tabung mikro hematokrit, tabung eppendorf. Sedangkan bahan yang digunakan adalah larutan hayem, larutan turk, giemsa, larutan antikoagulan, metanol, cristoseal, dan ikan lele.

 

2.3 Prosedur Kerja

2.3.1 Perhitungan Sel Darah Merah

Pertama darah ikan lele dihisap dengan pipet bulir merah sampai skala 0,5 kemudian ditambahkan larutan hayem hingga skala 101. Kedua ujung disejajarkan kemudian digoyang membentuk angka 8 sekitar 3-5 menit, tetesan pertama dibuang. Setelah itu diteteskan di tekuk hemasitometer dan diamati di bawah mikroskop dengan skala 40 x 10.

 

2.3.2 Perhitungan Sel Darah Putih

Pertama darah ikan lele dihisap dengan pipet bulir merah sampai skala 0,5 kemudian ditambahkan larutan truk hingga skala 11. Kedua ujung disejajarkan kemudian digoyang membentuk angka 8 sekitar 3-5 menit, tetesan pertama dibuang. Setelah itu diteteskan ditekuk hemasitometer dan diamati di bawah mikroskop dengan skala 40 x 10.

 

2.3.3 Pembuatan Preparat Diferensiasi Leukosit

Pertama darah diteteskan pada gelas objek kemudian diratakan dan dikering aginkan. Setelah itu difiksasi dengan metanol 5, dibilas dengan air (dikering anginkan kembali) lalu diwarnai dengan pewarna giemsa.

 

2.3.4 Pengukuran Kadar Hematokrit

Hal pertama yang dilakukan mikro hematokrit diisi dengan darah ikan lele, kemudian dihisap ¾ bagian dari tabung lau ujung tabung disumbat dengan cristosol. Setelah itu, tabung dimasukkan kedalam mikrosentrifuge dengan kecepatan 8000 rpm selama 5 menit. Pengukuran himatokrit ini dilakukan dengan cara dibandingkan antara panjang endapan darah merah dengan panjang darah total seluruh darah.

 

2.3.5 Pengukuran Kadar Haemoglobin

Kadar haemoglobin pertama diukur setelah HCL 0,1 N dimasukkan ke dalam tabung sahlinometer sapai skala 10 (garis paling bawah pada sahlinometer), lalu tabung ditempatkan diantara dua warna standar. Setelah itu, darah dipipet dengan tabung sachli 0,02 ml dan dibiarkan sambil diadukselama 3 menit. Pengenceran selanjutnya dilakukan dengan ditambahkan aquades sedikit demi sedikit.

 

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

 

3.1 Hasil

Tabel 1  Data hasil pengukuran SDM, SDP, Hb dan Hm

Kelompok Parameter
SDM (cell/mm3) SDP (cell/mm3) Hb

(g/100 ml)

Hm (%)
1 dan 2

3 dan 4

5

6 dan 7

8 dan 9

10

1300000

2200000

1090000

3820000

1600000

1150000

440000

3170000

290675

521.858,3

733

526075

6,8

8,2

7,2

 

10

 

12,6

10

26,42

37,5

29,63

16,10

33,01

25

Tabel 2  Data hasil pengukuran DL

Kelompok Parameter
Monosit (%) Limfosit (%) Trombosit (%) Neutrofil (%)
1 dan 2

3 dan 4

5

6 dan 7

8 dan 9

10

21

51

17

7

52

50

70

33

74

59

32

26

4

14

9

28

15

8

5

2

0

6

1

16

 

3.2 Pembahasan

Robert (1978) dalam Mulyani (2006) mengungkapkan bahwa darah merupakan cairan yang membawa nutrien, transportasi oksigen dan karbondioksida, menjaga keseimbangan suhu tubuh dan berperan penting dalam sistem pertahanan tubuh dan berperan penting dalam sistem pertahanan tubuh. Darah ada yang beruba padatan maupun cairan, yang termasuk kedalam padatan adalah sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit) sedangkan yang berbentuk cairan ialah plasma darah. Jumlah sel darah merah sangat menentukan fungsi peredaran oksigen. Jumlah sel darah ikan pada ikan teleost berkisar antara 1.05×106 sel/mm3 dan 3.0x 106 sel/mm3. Jika dibandingkan dengan hasil dari praktikum maka Sel darah merah secara keseluruhan termasuk dalam kisaran normal. Sel darah merah sering disebut juga eritrosit. Eritrosit yang terlalu rendah akan menimbulkan terjadinya anemia, sedangkan jika terlalu tinggi menandakan ikan tersebut dalam keaadaan yang stres (Wademeyer dan Yasutake, 1977 dalam Purwanto, 2006).

Hemoglobin dalam darah menyebabkan darah berwarna merah, berfungsi untuk mengikat oksigen. Menurunnya kadar haemoglobin dapat dijadikan petunjuk mengenai rendahnya kandungan protein pakan, defisiensi vitamin atau ikan mendapatkan infeksi. Sedangkan meningkatnya haemoglobin menyebabkan ikan stres. Semakin rendah kadar haemoglobin yang dimiliki maka semakin kecil kemampuan untuk mengangkut oksigen ke dalam tubuh dan dapat menyebabkan mudahnya terinfeksi penyakit (Kuswardani, 2006).

Pengukuran hematokrit dapat dijadikan sebagai salah satu parameter untuk mengetahui kesahatan ikan. Kuswardani (2006) mengungkapkan bahwa kadar hematokrit ini dapat bervariasi tergantung pada faktor nutrisi, umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, dan masa pemijahan. Nilai hematokrit yang kurang dari 22% akan mnunjukan terjadinya anemia, dibandingkan dengan data yang diperoleh dari praktikum maka untuk kelompok 6 dan 7 dengan presentase 16.10% positif menunjukan terjadinya anemia pada ikan. Sedangkan nilai hematokrit ikan – ikan teleost yang normal berkisar antara 20 – 30 % dan untuk beberapa spesies laut berkisar 42 % (Bond, 1979).

Berdasarkan hasil pengamatan jumlah sel darah putih yang didapat dari kelompok 1 s.d 10 berkisar antara 733 – 3170000 butir, hal ini sangat berbeda jauh dengan literatur yang didapat. Sedangkan ukuran normal pada ikan adalah mm3 darah ikan 20.000-150.000 butir ( Lagner et al, 1977 dalam Mulyani, 2006). Leukosit secara khusus akan ditranspor ke daerah yang terinfeksi untuk meningkatkan pertahanan tubuh. Kelainan jumlah sel darah putih atau leukosit ini dimmungkinkan karena terdapatnya peradangan atau infeksi pada ikan.

Limfosit merupakan bagian dari leukosit, berdasarkan data praktikum didapat data yang fluktuatif tidak mendekati rata-rata yang sama setiap kelompok. Limfosit yang terdapat pada ikan lebih banyak dari yang dimiliki mamalia, yaitu ikan laut kepadatannya 48×103 sel/mm3 sedangkan pada manusia hanya sekedar 2x 103 sel/mm3 (Mulyani, 2006). Semakin banyak limfosit maka akan semakin mampu tubuh melawan dari serangan penyakit. Hal ini berhubungan dengan kemampuan limfosit yang mampu menerobos jaringan organ tubuh yang lunak ( Dellman dan Brown, 1989 dalam Muyani, 2006). Monosit bagian yang selanjutnya dari leukosit secara berurutan didapat hasil dari praktikum yaitu 21, 51, 17, 7, 52, dan 50 dalam persentase.

Jumlah neutrofil teleostei dan mamalia adalah sama (3-6 x 103 sel/mm3) tetapi hanyan memiliki bagian yang kecil dalam populasi leukosit darah (sekitar 6-8 % pada ikan sementara pada mamalia 60-70%) (Robert, 1978 dalam Mulyani, 2006). Untuk kelompok 10% sedikit lebih tinggi dari jumlah neutrofil yang normal. Sedangkan kelompok 3,4,5,8, dan 9 terlalu sedikit. Semakin banyak jumlah neutrofil dalam darah maka akan semakin banyak membunuh bakteri yang terkandung. Karena sebuah neutrofil dalam dapat memfagosit 5-20 bakteri sebelum neutrofil inaktif dan mati (Mulyani, 2006). Kemudian trombosit, memiliki ciri khusus adanya lingkaran sitoplasma tipis disekeliling warna ungu dengan pewarna giemsa. Fungsi utama dari trombosit adalah untuk pembekuan darah dan untuk mengobati.

 

IV. KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil praktikum, gambaran darah ikan yang diperoleh dapat menunjukan kesehatan ikan. Jika komponen darah pada ikan tidak berada pada jumlah yang normal, maka dapat diduga bahwa ikan tersebut sedang terserang penyakit, sperti anemia atau pun stres.

4.2 Saran

Praktikum selanjutnya perlu komoditas yang lebih bervariasi antar kelompok serta perlu diadakan penelitian lanjutan agar ilmu yang yang diserap lebih maksimal.

 

DAFTAR PUSTAKA

Bond, C.E. 1979. Biology of Fishes. Saunders College Publishing. Philadelphia. 514 p. http//:www.fishpathology.com. [23 November 2009]

 

Kuswardani, Y. 2006. Pengaruh pemberian Resin Lebah Terhadap Gambarab Darah Maskoki Carassius auratus Yang Terinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophila. Skripsi. Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

 

Mulyani, S. 2006. Gambaran Darah Ikan Gurame Osphronemus gouramy Yang Terinfeksi Cendawan Achlya sp. pada Kepadatan 320 dan 720 Sppora per mL. Skripsi. Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

 

Purwanto, A. 2006. Gambaran Darah Ikan Mas Cyprinus carpio Yang Terinfeksi Koi Herpes Virus. Skripsi. Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

 

 

 

About Gya's Blog

"Gya" Mahasiswi IPB (2007)...Mayor Teknologi dan Management Perikanan Budidaya...

Posted on 06/12/2010, in Sains and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: