STUDI PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PERAWATAN BIOTA TMII DAN SEA WORLD INDONESIA

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kelestarian biota diperlukan untuk menciptakan kondisi lingkungan perairan yang dapat menunjang kehidupan biota. Serta kondisi lingkungan dapat diciptakan dengan memanipulasi agar memenuhi standar kualitas air yang baik. Manajemen kualitas air berperan besar dalam kegiatan ini. Seperti dicontohkan, bahwa salah satu upaya manajemen kualitas air dilihat pada proses ozonisasi untuk mengurangi jumlah bahan organik, material, dan partikel yang  dapat menggangu kehidupan biota.

Sea world Sea World Indonesia merupakan taman biota air laut dan air tawar terbesar, dan juga terlengkap koleksi biotanya di Indonesia. Oleh karena itu Sea World bayank dikunjungi dari berbagai kalangan. Kemudian Sea World memposisikan dirinya sebagai objek wisata yang edutaining yang mengutamakan edukasi sebagai landasan dibangunnya Sea World Indonesia ini.

Taman Akuarium Air Tawar TMII pun merupakan objek wisata yang dapat dijadikan kunjungan ilmiah dikarenakan keunggulannya dalam koleksi ikan air tawar yang berasal dari berbagai daerah Indonesia maupun luar negri.

Sea World Indonesia SWI dan Taman Akuarium Air Tawar TMII dipilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan praktikum karena dilihat menunjang dari ilmu manajemen kualitas air. Kedua tempat ini pun dapat dijadikan perbanding antara keduanya untuk melihat keefetifan manajemen kualitas air.

1.2 Tujuan

Mengetahui dan mempelajari treatment air serta biota di Sea World Indonesia dan Taman Akuarium Air Tawar TMII.

  1. II. HASIL PENGAMATAN

2.1 Karantina

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan di Taman Akuarium Air Tawar TMII diketahui bahwa sistem karantina yang digunakan untuk biota ikan baru tidak terlalu baik dan terlalu sederhana. Yaitu hanya terdiri dari penyesuaian suhu, kualitas air dan sistem resirkulasi. Biota baru yang terdapat di TAAT ini biasanya dipelihara dalam akuarium maupun bak-bak yang telah tersedia pada Gambar 1. Yang telah dilengkapi dengan sistem aerasi dan resirkulasi air, sedangkan biota yang berasal dari telur maupun benih diberikan treatment khusus seperti pemberian garam ataupun methyln blue agar terhindar dari serangan jamur maupun penyakit lainnya.

Pengamatan yang dilakukan di Seaworld Indonesia dapat diketahui bahwa untuk perlakuan biota baru sebagai langkah awal penanganan yaitu dengan melakukan proses karantina. Sebelumnya ikan telah dibagi menjadi dua kelompok yakni ikan luka dan ikan yang tidak luka. Ada upaya yang dilakukan untuk pencegahan penyakit bagi biota baru yaitu  perendaman silang. Sedangkan  perlakuan penyakit khusus bagi biota yang mengalami luka dilakukan dengan melalui prosedur yang telah ada.

Setiap melakukan terapi terhadap biota dapat dilakukan dengan teknik pemeliharaan media atau akuarium, karena sebagai habitat biota untuk dapat bertahan hidup dan melakukan berbagai aktifitas. Penyakit tidak datang dari biotanya sendiri tetapi dapat berasal dari lingkungan atau media pemeliharaannya.

Tahap perawatan biota di wahana SWI adalah sebagai berikut :

  1. Pergantian air 30%-50% tergantung kebutuhan, jika kondisi air sudah jenuh pergantian air dapat dilakukan hingga 50% dari volume total
  2. Pergantian substrat filter atau pencucian dilakukan 3 bulan sekali
  3. Pemberian pakan dalam keadaan yang segar
  4. Pemerikasaan akuarium jika kotoran sedikit dibersihkan 1 minggu sekali, tetapi jika kotoran banyak pembersihan dilakukan setiap hari.

Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit pada biota lain dan menyesuaikan biota baru  yang didatangkan dari luar dengan habitat yang baru.

Gambar 1. Sistem karantina di Taman Akuarium Air Tawar TMII

1.1 Pengelolaan kualitas air

Taman Akuarium Air Tawar TMII, memiliki pengelolaan airnya sederhana.

Terdiri atas pertahanan atas suhu dan pH akuarium display. Sistem pengelolaan tersebut menggunakan sistem resirkulasi yang menggunakan filter eksternal yang terdiri atas filter fisik berupa kapas (untuk memisahkan antara air kotor dan air bersih) yang telah direndam dicuci seminggu sekali perendaman garam selama 2 hari untuk menghilangkan kutu dan jamur, filter kimia berupa zeolit (menetralisir penyakit) serta biologi dengan menggunakan bio ball.

Sumber airnya ada dua jenis, yaitu (1) menopang yang ada di dalam, dan (2) berasal dari air tanah. Adapun system pengolahan airnya yaitu Air tanah masuk ke dalam penampungan (15x4x3 m), kemudian langsung disebarkan ke akuarium-akuarium sebanyak 88 buah, yaitu 24 buah akuarium dinding, 43 buah akuarium lepas dan 21 buah akuarium yang menyatu. Sedangkan kualitas air yang selalu diukur di TMII yaitu pH dan suhu.

Sedangkan di Sea Word Indonesia SWI pengelolaan air melalui tahapan, yaitu :

  1. Pengelolaan sumber air laut baru
  2. Pengelolaan sumber air tawar baru
  3. Sirkulasi di dalam akuarium
  4. Standar kualitas air
  5. Pemeriksaaan kualitas air

Standar kualitas air di Seaworld Indonesia yang diperhatikan adalah parameter fisika, biologi dan kimia. Parameter fisika yang diamati adalah kekeruhan, warna dan bau pada air. Pada parameter biologi bakteri yang terkandung dan jenis plankton yang terkandung dijaga pada kondisi optimal untuk meminimalisir kematian ikan. Parameter biologis dilakukan untuk mencegah biota baru membawa penyakit (carrier) untuk biota lainnya dan untuk mengetahui kondisi biota apakah terserang patogen sehingga dapat ditangani dengan cepat. Parameter kimia  yang diamati adalah kandungan DO, pH, salinitas, temperatur, kandungan nitrit serta nitrat, kandungan kaporit dan Iodium bebas.

Air laut yang bersumber dari pantai Ancol, perairan Teluk Jakarta. Air laut dipompa kemudian masuk ke filter mekanik untuk penyaringan material besar seperti pasir laut, batu, dll. Dilanjutkan dengan filter organik untuk menyaring air dari bahan-bhan organik yang lebih halus. Setelah itu masuk ke proses eliminasi bahan-bahan organik bakteri, penyakit dengan ozonisasi yaitu pengayaan O2 menjadi O3 dengan tujuan mematikan mikrobiologi. Air laut yang digunakan 70% dengan harapan semua jenis mikroba akan musnah proses ini berlangsung selama 6 jam. Kemudian masuk ke bak penampung ozon lalu masuk “Salt Water Tank” dilanjutkan ke Bio Tower akuarium lalu masuk ke filter akuarium terlebih dahulu. Setelah itu masuk akuarium dan disirkulasi selama 24 jam melalui pasir halus dan silika dari media filtrasi. Lalu ke akuarium karantina. Setiap pagi dilakukan pergantian air sebanyak 20% dari volume total dan air baru masuk ke dalam akuarium secara bersamaan.

Air tawar yang digunakan bersumber dari air PDAM. Kadar klorin yang terkandung dalam air PDAM diperiksa terlebih dahulu, apabila kandungan klorin baik maka air dapat langsung dialirkan ke akuarium. Jika kandungan klorin tinggi maka dilakukan treatment air untuk mengurangi kandungan klorin. Lalu masuk ke dalam Bio Tower utama dilanjutkan dengan Bio Tower akuarium. Setelah itu masuk ke filter atau filtrat akuarium, terakhir masuk ke akuarim dan di sirkulasi selama 24 jam.

Air yang berasal dari salt water tank, dipompa masuk ke dalam over flow sand filter. Kemudian dipompa kembali masuk ke dalam akuarium.

Tujuan pengelolaan kualitas air yaitu :

  1. Memenuhi kebutuhan biota antara lain media dan biota yang dipelihara.
  2. Kondisi air laut baku yang diambil untuk akuarium tidak sesuai dengan kriteria standar kualitas air dari Seaworld Indonesia
  3. Adanya partikel dan material yang tidak diinginkan, hal ini diasumsikan karena keadaan teluk jakarta dan pantai ancol sebagai sumber air telah tercemar.
  4. Pengelolaan air diusahakan sesuai dengan kondisi tempat asli biota hidup
  5. Untuk meminimalisir dampak yang merugikan seperti penyakit, bakteri, jamur yang akan menyerang biota lain.

Gambar 4. Salah satu sumber air (1) dan penampungan utama (2)

Gambar 4. Running system air laut SWI

Gambar 5. Running system air tawar SWI


  1. I. PEMBAHASAN

Taman Akuarium Air Tawar TMII memiliki sistem treatment air yang sederhana  yaitu sistem sirkulasi bahwa treatment air di Taman Akuarium Air Tawar digunakan untuk mempertahankan suhu berkisar antara 27-350C dan pH berkisar antara 6.5-7.5 untuk setiap akuarium display. Kuncoro (2008) mengungkapkan bahwa parameter yang perlu diamati adalah kesadahan, DO, CO2, kandungan amonia dan zat kimia lainnya. Sistem treatment air tersebut menggunakan  menggunakan filter eksternal yang terdiri atas filter fisik berupa kapas (untuk memisahkan antara air kotor dan air bersih) yang telah direndam dicuci seminggu sekali perendaman garam selama 2 hari untuk menghilangkan kutu dan jamur, filter kimia berupa zeolit (menetralisir penyakit) serta biologi dengan menggunakan bio ball.

Teknologi treatment air TMII tergolong ekonomis dan mudah dilakukan namun  tidak sesuai dengan  kapasitas akurium yang banyak dan berbagai spesies ikan, teknologi yang dipakai ini kurang tepat.

Sea World Indonesia (SWI) memiliki dua sumber air utama yaitu sumber air laut dan air tawar. Sumber air laut berasal dari pantai Ancol, perairan Teluk Jakarta. Sedangkan sumber air tawar berasal dari PDAM. Sumber air ini dialirkan ke tempat penampungan atau tendon (tank) baru air sumber ini dapat dilakukan  Sistem treatment air.

Pertama Air laut yang bersumber dari pantai Ancol, perairan Teluk Jakarta. Air laut dipompa kemudian masuk ke filter mekanik untuk penyaringan material besar seperti pasir laut, batu, dll. Dilanjutkan dengan filter organik untuk menyaring air dari bahan-bahan organik yang lebih halus. Setelah itu masuk ke proses eliminasi bahan-bahan organik bakteri, penyakit dengan ozonisasi yaitu pengayaan O2 menjadi O3 dengan tujuan mematikan mikrobiologi. Air laut yang digunakan 70% dengan harapan semua jenis mikroba akan musnah proses ini berlangsung selama 6 jam. Kemudian masuk ke bak penampung ozon lalu masuk “Salt Water Tank” dilanjutkan ke Bio Tower akuarium lalu masuk ke filter akuarium terlebih dahulu. Setelah itu masuk akuarium dan disirkulasi selama 24 jam melalui pasir halus dan silika dari media filtrasi. Lalu ke akuarium karantina. Setiap pagi dilakukan pergantian air sebanyak 20% dari volume total dan air baru masuk ke dalam akuarium secara bersamaan.

Kedua, air tawar yang digunakan bersumber dari air PDAM. Kadar klorin yang terkandung dalam air PDAM diperiksa terlebih dahulu, apabila kandungan klorin baik maka air dapat langsung dialirkan ke akuarium. Jika kandungan klorin tinggi maka dilakukan treatment air untuk mengurangi kandungan klorin. Lalu masuk ke dalam Bio Tower utama dilanjutkan dengan Bio Tower akuarium. Setelah itu masuk ke filter atau filtrat akuarium, terakhir masuk ke akuarim dan di sirkulasi selama 24 jam.

System akuarium utama airnya berasal dari salt water tank, dipompa masuk kedalam over flow sand filter. Kemudian dipompa kembali masuk ke dalam akuarium.

Cara menghilangkan residu ozon :

v  Residu ozon, yang tertinggal dalam air sesudah mikroorganisme telah diinaktifasi, adalah sangat toksik untuk ikan dan harus dihilangkan sampai mencapai konsentrasi < 0.002 mg/L sebelum air masuk kedalam unit pemeliharaan ikan.

v  Ozon secara alami tidak stabil dalam air dan terurai dengan waktu paruh (half-life) 10-20 menit menjadi molekul oksigen.  Aerasi atau aerasi mekanik dapat mempercepat proses ini mungkin cukup untuk mencegah toksisitasnya terhadap ikan.

v  Filter karbon aktif digunakan untuk menghilangkan residu oksidan ozon.

v  Penambahan sodium thiosulfat (Na2S2O3) dapat juga digunakan untuk menghilangkan residu oksidan ozon dari air laut dan air tawar yang ditreatment ozon.  Na2S2O3 sebaiknya ditambahkan pada dosis 1 mg/L untuk menetralisir konsentrasi residu sebesar 0.2 mg/L oksidan ozon dalam sistem akuakultur air laut (Anonim, 2009).

Sea Word Indonesia SWI menggunakan ozonasi karena lebih efektif dalam memberantas mikroorganisme patogen ikan dibandingkan dengan menggunakan UV amupun kaporit. Penggunaan sinar ultra violet (UV) hanya efektif pada air jernih saja. Kemudian penggunaan kaporit akan menyebabkan tingginya kadar klorin di dalam air (Lesmana 2002).

Standar kualitas air di SWI meliputi faktor fisika, yakni berupa kekeruhan, warna dan bau. Sedangkan faktor kimia meliputi  DO, pH, NH3, salinitas, suhu, nitrit, nitrat, clorin bebas dan iodium bebas. Faktor kimia mempengaruhi toleransi  biota SWI terhadap standar kualitas air sehingga diperlukan batasan tertentu. Batasan-batasan yang harus diperhatikan di antaranya kelarutan oksigen (DO) ≥ 5 ppm, pH untuk air tawar 6.5-7 dan air laut 7-8, salinitas untuk air tawar 0-2 ppt dan untuk air laut 26-35 ppt, suhu yang diberlakukan tiap akurium disesuaikan dengan biota di dalamnya, amonia bebas ≤ 0.1 ppm namun sebaiknya 0 ppm. Demikian pula dengan kandungan nitrit ≤ 0.02 ppm yang sebaiknya juga 0 ppm. Kandungan nitrat mempunyai batasan berkisar 20 ppm namun untuk koral < 20 ppm, klorin < 0.07 ppm dan kadar iodium bebas ≥ 0.06 ppm.

Treatment air di SWI sudah efektif sehingga tidak perlu diganti dengan alternatif lainnya. Teknologi yang digunakan Sea Word Indonesia pun menurut saya sudah tergolong modern dan tepat karena sesuai dengan kapasitas dari akuarium-akuarium yang ada. Namun sistem ini tidak ekonomis dikarenakan sumber ozon yang mahal (Lesmana 2002).


IV. KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Treatment air di Taman Akuarium Air Tawar TMII dan Sea World Indonesia menggunakan sistem resirkulasi dengan proses yang berbeda. TMII memiliki sistem treatment air dengan prosesnya sederhana. Sedangkan di Sea World Indonesia prosesnya menggunakan teknologi yang modern.

4.2 Saran

Fieldtrip mata kuliah Managemen Kualitas Air ini sudah berjalan dengan baik, praktikan sudah mendapatkan ilmu dan aplikasi secara langsung. Namun sebaiknya untuk selanjutnya diadakannya lembaran seperti format yang harus didiskusikan lebih antara praktikan dan tekhnisi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. Pencemaran Air. www.wikipedia.org [5 Februari 2010]

Kuncoro E B. 2008. Aquascape Pesona Taman Akuarium Air Tawar. Jakarta: Penebar Swadaya.

Lesmana D S. 2002. Kualitas Air untuk Ikan Hias Air Tawar. Jakarta: Penebar Swadaya.

Posted on 06/12/2010, in Sains and tagged , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. btw, mau tanya, gimana mbak sampai bisa dapat data tentang seaworld di TMII…perijinannya gampang ato susah?karena saya mau observasi mengenai sea world di sana untuk TA…trima kasih🙂

  2. Met mlm mbak sy mau tanya untuk air penampungan ikan yg baik,bagai mana mempersiap kan nya dalam hal ini ikan air tawar(ikan mas) Trima kasih.

    • klo buat nampung air tawar yang baik untuk memelihara ikan sebaiknya air didiamkan semalam terlebih dahulu terus lebih baik air sungai ato sumur..(semoga membantu ^^)

  3. apakah air yang digunakan di swi itu benar2 steril dari patogen?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: