Fluktuasi Asimetri

Laporan Praktikum

M.k. Dasar-dasar Genetika Ikan

FLUKTUASI ASIMETRI

 

 Abstrak

Fluktuasi asimetri merupakan perbedaan karakter antara sisi kiri dan sisi kanan sehingga menimbulkan terjadinya perbedaan fenotipe. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui besarnya perbedaan karakter meristik dan morfometrik pada ikan dengan menggunakan metode fluktuasi asimetri.  Tahap-tahap perhitungan fluktuasi asimetri pada ikan mas dan ikan nila melalui persiapan ikan, mematikan ikan, dan menghitung karakteristik meristik pada bagian kanan dan kiri. Nilai fluktuasi asimetri besaran pada ikan nila adalah 0.94 dan nili fluktuasi asimetri besarannya adalah 6.33. Sedangkan pada ikan mas nilai fluktuasi asimetri besarannya adalah 0.94 dan nilai fluktuasi gabungannya adalah 5.67. Tingginya fluktuasi asimetri dihubungkan dengan ketidakmampuan individu untuk mengekspresikan kode genetik yang mengatur struktur bagian tubuh tertentu. Lambannya perkembangan dan rendahnya perhitungan ciri-ciri meristik merupakan akibat dari menurunnya energi selama berlangsungnya perkembangan organisme.

Kata kunci : Fluktuasi asimetri, karakter, meristik, morfometrik


Pendahuluan

 Fluktuasi asimetri adalah terjadinya perbedaan organ atau bagian tubuh sebelah kiri dan kanan yang menyebar normal dengan rataan mendekati nol (Van Valen  1962 dalam Sundara AS, 1993). Fluktuasi asimetri terjadi karena adanya ketidakmampuan suatu organisme untuk berkembang secara normal dan tepat sehingga menyebabkan perbedaan fenotipe.   Fluktuasi asimetri dapat digunakan untuk mengukur stabilitas perkembangan individu yang homozigot dan heterozigot (Leary, et al., 1983 dan 1985 dalam Sundara AS, 1993). Perhitungan nilai fluktuasi asimetri memiliki keuntungan yakni relatif sederhana,  waktu singkat, dan tidak memerlukan alat yang rumit. Individu yang homozigot kurang efisien dalam memproduksi energi untuk pertumbuhan dan perkembangannya lambat, jumlah ciri meristik yang lebih kecil dan adanya asimetri.

Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui besarnya perbedaan karakter meristik dan morfometrik pada ikan dengan menggunakan metode fluktuasi asimetri.

 

Metodologi

 Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, 25 Maret 2009 pada pukul 13.00-16.00 WIB bertempat di laboraturium Pengembangbiakan dan Genetika Ikan, Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Alat yang digunakan pada praktikum adalah timbangan O’Hauss, kaca pembesar, penggaris, alat bedah, alat tulis, dan baskom. Sedangkan bahan yang digunakan adalah ikan mas dan ikan nila.

Praktikum fluktuasi asimetri dimulai dengan persiapan ikan mas dan ikan nila yang akan dihitung karakter meristiknya. Medula oblongata pada masing-masing  ikan ditusuk hingga ikan mati seketika. Setelah itu, jumlah jari-jari lemah pada tepi kiri dan kanan sirip perut ikan dihitung dengan  merentangkan kedua sirip tersebut, sehingga jari-jarinya terlihat jelas dan mudah dalam proses perhitungan. Kemudian jari-jari lemah pada sirip dada bagian kiri dan kanan  dihitung jumlah jari-jari sirip lemahnya dengan menggunakan kaca pembesar. Setelah selesai, sisik pada rusuk dihitung satu per satu pada kedua sisi  kiri dan kanan. Selain itu, jumlah lengkung  insang pada sisi kiri dan kanan juga dihitung hingga pada bagian ujungnya. Lalu nilai fluktuasi asimetri bilangan dan fluktuasi besaran dihitung dari data perbedaan karakteristik meristik pada ikan nila dan ikan mas.

 

Hasil dan Pembahasan

 Dari perhitungan jumlah karekteristik meristik yang telah dilakukan pada ikan nila dan ikan mas dapat diketahui bahwa tiap spesies memiliki jumlah yang berbeda-beda dan jumlah tersebut juga tidak selalu sama pada bagian kiri dan kanannya. Hal ini dapat dilihat dari nilai fluktuasi asimetri pada ikan nila (Oreochromis niloticus) dan ikan mas (Cyprinus carpio) pada tabel 1dan 2 berikut:

Tabel 1. Hasil Fluktuasi Asimetri pada Ikan  Nila (Oreochromis niloticus)

Karakteristik Meristik yang Diamati

FAm

FAn

FGab

Jumlah sisik rusuk (LL)

1.83

0.94

6.33

Jumlah jari-jari lemah sirip dada (P)

1.56

Jumlah jari-jari lemah sirip perut (V)

0.28

Jumlah tapis insang atas bagian bawah

1.72

Dari tabel 1 diatas dapat diketahui bahwa nilai FAm pada sisik LL, sirip P, sirip V, dan tapis insang berturut-turut adalah 1.833, 1.556, 0.278, 1.722 sedangkan nila FAn nya adalah 0.94. Nilai FGab pada ikan nila tersebut adalah 6.33.

Tabel 2. Hasil Fluktuasi Asimetri pada Ikan Mas (Cyprinus carpio)

Karakteristik Meristik yang Diamati

FAm

FAn

FGab

Jumlah sisik rusuk (LL)

1.83

0.94

5.67

Jumlah jari-jari lemah sirip dada (P)

0.50

Jumlah jari-jari lemah sirip perut (V)

0.50

Jumlah tapis insang atas bagian bawah

1.89

Dari tabel 2 diatas dapat diketahui bahwa nilai FAm pada sisik LL, sirip P, sirip V, dan tapis insang berturut-turut adalah 1.833, 0.5, 0.5, 1.889 sedangkan nila FAn nya adalah 0.94. Nilai FGab pada ikan nila tersebut adalah 5.67.

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel, nilai fluktuasi asimetrik pada karakter meristik ikan nila dan ikan mas mengalami asimetri. Asimetri organ berpasangan pada ikan nila dan ikan mas dapat dihitung dari hasil perhitungan ciri-ciri meristik bilateral. Leary et.al., 1985 menyimpulkan adanya hubungan antara meningkatnya homozigositas dengan stabilitas perkembangan, yaitu adanya penimgkatan asimetri pada lima karakter bilateral ciri-ciri meristik yang meliputi jari-jari sirip perut (ventral), sirip dada (pectoral), tapis insang atas bagian bawah serta pori-pori rahang atau mandibular pores.

Ikan mas pada umumnya mempunyai rumus jari-jari sirip sebagai berikut: P 1.5, V 1.7-9, D 3.17, A 3.5, dan sisik linea lateralis (LL) 35-39 (Hardjamulia, 1979 dalam Sundara AS, 1993). Sedangkan pada ikan nila, berdasarkan Galman dalam Sundara AS, 1993 menyebutkan bahwa rumus jari-jari sirip ikan nila adalah D.XVI-XVIII.11.14, jari-jari sirip anal 10-12, jari-jari sirip dada 12-14, dan jumlah sisik garis LL adalah 30-40.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penampilan abnormal atau penyimpangan yang terjadi pada ikan mas ikan nila pada jumlah sirip dorsal, sirip pektoral, sirip ventral, jumlah lengkung insang, dan jumlah sirip di sepanjang rusuk sisi pada bagian kanan dan kiri adalah berbeda. Fenomena ini dicirikan dengan meningkatnya individu yang abnormal. Hal ini terlihat pada perbedaan bentuk ukuran, jumlah dan ciri-ciri morfologi lain pada organ tubuh berpasangan antara organ bagian kiri dan bagian kanan (Wilkin dalam Nurhidayat, 2000). Brucker dalam Handono , 2002 menyatakan bahwa meningkatnya stabilitas perkembangan dinyatakan dengan berkurangnya fluktuasi asimetri.

Dalam lingkungan budidaya fluktuasi asimetri bisa berakibat pada rendahnya kualitas genetik pada ikan dan akan berdampak negatif terhadap produktivitas ikan yang dikelola. Pada ikan itu sendiri, fluktuasi asimetri akan berakibat pada munculnya kelainan (abnormal) pada tubuh ikan. Hal ini dapat terlihat pada fenomena tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan, produksi telur, dan FCR. Nilai asimetri (fluktuasi asimetri) juga erat hubungannya dengan kemampuan ikan tersebut untuk mempertahankan dirinya terhadap perubahan kondisi lingkungan. (Sucipto, 2008).

 

Kesimpulan

  Metode perhitungan perbedaan karakter meristik pada bagian kiri dan kanan ikan dengan fluktuasi asimetri menunjukkan hasil yang berbeda pada setiap sampel ikan. Pada ikan nila nilai FAnnya adalah 0.94 dan nilai FGabnya adalah 6.33. Sedangkan pada ikan mas nilai Fannya adalah 0.94 dan nilai Fgabnya adalah 5.67. Tingginya fluktuasi asimetri ini dihubungkan dengan ketidakmampuan individu untuk mengekspresikan kode genetik yang mengatur struktur bagian tubuh tertentu. Oleh karena itu, lambannya perkembangan dan rendahnya perhitungan ciri-ciri meristik merupakan akibat dari menurunnya energi selama berlangsungnya perkembangan organisme.

Daftar Pustaka

 Handono, Boyun. 2002. Fluktuasi asimetri pada ikan kerapu tikus (Cromileptes altivelis) di Balai Budidaya Air payau (BBAP) Situbondo, jawa timur. [Tesis]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Nurhidayat, AM. 2000. Fluktuasi asimetri dan   abnormalitas pada ikan lele dumbo (Clarias sp.) yang berasal dari tiga daerah sentra budidaya di pulau  Jawa. [Tesis]. Bogor: Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Sucipto Adi. 2008. Penurunan Kualitas Ikan. www.google.com [31 April 2009].

Sundara AS. 1993. Fluktuasi asimetri pada ikan nila merah (Oreochromis sp) dan ikan mas (Cyprinus carpio Linn). [Skripsi]. Bogor: Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

 

 

About Gya's Blog

"Gya" Mahasiswi IPB (2007)...Mayor Teknologi dan Management Perikanan Budidaya...

Posted on 09/01/2012, in Sains and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. beneran kya blajar di perpus, olah kata supaya lebih santai dong, tanks infonya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: