Triploidisasi

Laporan Praktikum

M.k. Dasar-dasar Genetika Ikan

Triploidisasi

 

Abstrak

 Perkembangan akuakultur dewasa ini telah berkembang dengan pesat. Ketersediaan benih unggul merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan pengembangan budidaya secara intensif. Penyediaan benih unggul dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya melalui seleksi dan rekayasa genetik induk seperti melalui proses ginogenesis, androgenesi, dan poliploidi ikan. Dalam perlakuan poliploidisasi, proses awal pembelahan sel pada telur yang telah dibuahi dihambat dengan menggunakan perlakuan fisik atau kimia untuk menghasilkan individu triploid atau tetraploid. Salah satu tujuan poliploidi adalah menghasilkan individu triploid yang diduga steril karena jumlah set kromosom yang ganjil akan menghambat pembelahan meiosis sehingga perkembangan gonad akan terhambat pula. Dengan demikian masalah overpopulasi dapat dihindari dan individu ini berpeluang untuk tumbuh dan bertahan hidup dibandingkan dengan ikan normal. Selain dari proses dan waktu kejutan panas, penanganan setelah pembuahan merupakan faktor yang harus diperhatikan yaitu kondisi lingkungan wadah penetasan yang baik, sehingga telur-telur hasil proses triploidisasi dapat meneta.

 

Pendahuluan

 Perkembangan akuakultur dewasa ini telah berkembang dengan pesat. Ketersediaan benih unggul merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan pengembangan budidaya secara intensif. Penyediaan benih unggul dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya melui seleksi dan rekayasa genetik induk seperti melalui proses ginogenesis, androgenesi, dan poliploidi ikan. Ginogenesis. Dalam perlakuan poliploidisasi, proses awal pembelahan sel pada telur yang telah dibuahi dihambat dengan menggunakan perlakuan fisik atau kimia untuk menghasilkan individu triploid atau tetraploid.

Salah satu tujuan poliploidi adalah menghasilkan individu triploid yang diduga steril karena jumlah set kromosom yang ganjil akan menghambat pembelahan meiosis sehingga perkembangan gonad akan terhambat pula. Dengan demikian masalah overpopulasi dapat dihindari dan individu ini berpeluang untuk tumbuh dan behtehan hidup dibandingkan dengan ikan normal. Keberhasilan pembentukan individu triploid ditentukan oleh tiga hal pokok, yaitu waktu kejutan dimulai, suhu kejutan, dan lam pelaksanaan kejutan. Pemilihan waktu awal, lama waktu dan suhu kejutan yang tepat adalah spesifik atau khas pada masing-masing spesies.

Metodologi

 Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jumat – Sabtu tanggal 2 – 3 Mei 2008 di laboratorium Pengembang Biakan dan Genetika Ikan, Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Alat-alat yang digunakan adalah akuarium, syringe 2.5 ml, lampu ultraviolet, sendok, bulu ayam, mangkuk, kertas tissue, pemanas air, stop watch, termometer, akuarium dan lempengan kaca.

Bahan-bahan yang dipergunakan adalah induk ikan uji, ikan mas (Cyprinus carpio), air panas, methylen blue, larutan fisiologis, dan akuades.

Prosedur Kerja:

Telur dan sperma dari induk ikan uji dicampur dan diaduk agar merata dengan menggunakan bulu ayam. Kemudian telur disebar ke dalam lempeng-lempeng kaca yang diletakkan dalam akuarium 100 x 50 x 40 cm3 yang suhu airnya bersuhu 28oC. Telur-telur tesebeut dibiarkan selama waktu yang telah ditentukan. Kemudian lempengan kaca yang telah ditempeli telur-telur  tersebut diletakkan ke dalam rak plastik untuk memudahkan pemindahan. Setelah itu rak beserta  isinya dipindahkan kedalam akuarium lain yang suhu airnya telah ditentukan. Telur-telur tersebut dibiarkan selama waktu tertentu. Lalu telur-telur tersebut dipindahkan ke dalam akuarium pemeliharaan yang telah diberi MB dan aerasi. Telur-telur tersebut kemudian dipelihara hingga menjadi larva atau benih yang siap diamati tingkat keberhasilannya.

 

Hasil dan Pembahasan

 Dari hasil praktikum didapat bahwa ikan mas (Cyprinus carpio) telah matang gonad dan dapat dilakukan pembuahan buatan dari hasil pembuahan buatan didapat bahwa derajat pembuahan setelah perlakuan Triploidisasi yaitu kejutan suhu (panas) didapat hasil derajat pembuahan yang berbeda untuk tiap waktu pemaparan yang berbeda.

Tabel 1. Hasil Triploidisasi pada Ikan Mas

Awal Kejut T Kejut FR (%) HR (%) SR (%)

2’

2’

90

0

0

3’

95,89

0

0

2,5’

2’

2,6

0

0

3’

84,8

0

4,28

3’

2’

6,8

0

0

3’

Berdasarkan tabel 1, yang menghasilkan SR tertinggi adalah sebesar 4,28% dengan waktu awal kejutan 2,5 menit, dan waktu kejutan selama 3’ dengan FR sebesar 84,8% dan HR 0%. Oleh karena itu, dari sekian banyak perlakuan, kondisi yang tepat sebagai indikator keberhasilan dari proses triploidisasi adalah waktu awal kejutan 2,5’ dan lama kejutan 3’.

Salah satu metode untuk menghasilkan ikan yang steril adalah dengan manipulasi kromosom. Manipulasi yang umum dilakukan adalah triploidisasi (Shepherd dan Bromage, 1992 dalam Emilda, 2003). Ikan triploid merupakan ikan-ikan yang secara genetik mempunyai satu set kromosom tambahan sehingga pada tiap sel tubuhnya terdapat tiga set kromosom. Triploidisasi dapat terjadi secara spontan dialam seperti yang dijumpai pada karper krusia atau secara buatan pada ikan-ikan yang mempunyai nilai penting baik dari segi biologis maupun ekonomis. Misalnya yang telah dilakukan pada ikan channel catfish (Wolter et al., 1982 dalam Emilda, 2003) dan ikan trout pelangi (Thogard dan Gall, 1979 dalam Emilda, 2003).

Purdon (1983) dalam Emilda (2003) mengatakan bahwa benih triploid diperoleh dengan memberi kejutan suhu  atau tekanan setelah pembuahan dengan menggunakan spermatozoa aktif. Selain itu triploidi dapat juaga dihasilkan dengan membuahi telur ikan tetraploid dengan sperma ikan diploid normal (Benfey dan Sutterin dalam Emilda, 2003).

Triploidisasi dalam usaha budidaya dialkuakn karena dua alasan yaitu pertumbuhannya lebih cepat dan karena ikan triploid umumnya steril. Kesterilan ini dapat mencegah gametogenesis dan menghemat pemakaian energi dan materi (Huisman, 1976 dalam Emilda, 2003). Ikan Triploid bersifat steril karena spermanya tidak dapat bersinapsis untuk gametogenesis. Akibat kondisi steril ini makanan yang seharusnya digunakan untuk perkembangan gonad dan reproduksi akan digunakan untuk pertumbuhan badan dan akibatnya berpengaruh kepada laju konversi makanan dan kecepatan tumbuh.

Dari hasil didapat bahwa masih terdapat fungsi fisiologis dari sperma untuk membuahi telur, terbukti dari derjat pembuahan yang cukup tinggi untuk tiap perlakuan akan tetapi, pada saat penetasan diakibatkan oleh pengaruh lingkungan yang tidak sesuai, maka menyebabkan kegagalan dalam proses perkembangan embrio diakrenakan telur diselimuti oleh jamur. Jamur yang menempel pada telur ini menyebabkan telur kekurangan suplai oksigen melalui difusi oleh permuakaan korion. Kekurangn oksigen ini menyebabkan embrio dalam telur mati sehingga telur-telur tidak menetas dan busuk.

Kesimpulan

Triploidisasi merupakan salah satu metode untuk menghasilkan ikan yang steril adalah dengan manipulasi kromosom. Benih triploid diperoleh dengan memberi kejutan suhu atau tekanan setelah pembuahan dengan menggunakan spermatozoa aktif. Selain itu triploidi dapat juaga dihasilkan dengan membuahi telur ikan tetraploid dengan sperma ikan diploid normal

Selain dari proses dan waktu penyinaran ultraviolet dan kejutan panas, penenganan setelah pembuahan merupakan faktor yang harus diperhatikan yaitu kondisi lingkungan wadah penetasan yang baik, sehingga telur-telur hasil Triploidisasi dapat menetas

 

 Daftar Pustaka

 Emilda. 2003. Tingkat Keberhasilan Triploidisasi Pada Ikan Baung dengan Pemberian Kejuatan Suhu yang Berbeda. Skripsi. Departemen Budidaya Perairan. FPIK. IPB.

 

 

About Gya's Blog

"Gya" Mahasiswi IPB (2007)...Mayor Teknologi dan Management Perikanan Budidaya...

Posted on 09/01/2012, in Sains and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: