SKRINING BAKTERI PROBIOTIK UNTUK AKUAKULTUR

Praktikum ke-13

m.k. Dasar-Dasar Mikrobiologi Akuatik

SKRINING BAKTERI PROBIOTIK

UNTUK AKUAKULTUR

 

 Disusun oleh:

Gia Marta Novia

C14070034

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI MANAJEMEN AKUAKULTUR

DEPARTEMEN BUDIDAYA PERAIRAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

I. PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Probiotik berasal dari bahasa Latin yang berarti “untuk kehidupan” (for life) ; disebut juga “bakteri bersahabat”, “bakteri menguntungkan” , “bakteri baik” atau ” bakteri sehat”. Apabila didefinisikan secara lengkap, probiotik adalah kultur tunggal atau campuran dari mikroorganisme hidup yang apabila diberikan ke manusia atau hewan akan berpengaruh baik karena probiotik akan menekan pertumbuhan bakteri patogen/bakteri jahat yang ada di usus manusia/hewan.

Probiotik yang mengandung Lactobacillus, Bifidobacterium dan Acidophilus telah digunakan sejak berabad-abad tahun yang lalu untuk kesehatan manusia meskipun belum diketahui bahan aktifnya dan bagaimana cara bekerjanya. Lactobacillus diidentifikasi pertama kali oleh Louis Pasteur di Perancis (1845 -1895). Penemuan fungsi probiotik yang pertama kali diperoleh seorang peneliti Rusia yang bernama Metchnikoff . Atas penemuannya itu, beliau memenangkan hadiah Nobel. Teorinya dikenal dengan judul intoxication theory /eternal youth theory dimana beliau berpendapat bahwa mengkonsumsi yoghurt dapat mencegah penuaan.

Mengingat betapa bermanfaatnya bakteri probiotik bagi makhluk hidup maka dalam praktikum kali ini dikaji skrining atau penapisan bakteri probiotik, yaitu dengan menumbuhkan bakteri kandidat probiotik pada bakteri patogen.

1.2    Tujuan

Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari metode seleksi bakteri probiotik untuk akuakultur.

II. METODOLOGI

2.1  Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilakukan pada hari Rabu tanggal 3 Juni 2009 pukul 07.00 – 10.00 WIB dan pengamatan hasil praktikum dilakukan pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2009 pukul 10.00 – 10.30 WIB di Laboratorium Kesehatan Ikan, Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

 

2.2  Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah tabung reaksi, rak tabung reaksi, pipet 1 ml, batang penyebar, kertas cakram, bunsen, cawan petri, pinset/gunting, bulb, korek api, tissue, dan inkubator.

Bahan yang digunakan selama praktikum adalah media TCBS (Thiosulphate Citrate Bile-Salt Sucrose), media SWC (Sea Water Complete), kultur murni bakteri patogen, kultur murni bakteri kandidat probiotik, 9 ml larutan fisiologis (0,85 % NaCl), dan alkohol.

2.3    Prosedur Kerja

2.3.1  Metode Kertas Cakram

Pada metode ini langkah yang pertama dilakukan yaitu biakan bakteri Vibrio harveyi diambil dengan pipet steril sebanyak 1 ml kemudian dpindahkan ke dalam medium SWC-agar, kemudian disebar dengan batang penyebar, ditunggu sampai kering. Setelah itu satu koloni tunggal bakteri probiotik disuspensikan pada 1 ml larutan garam fisiologis. Selanjutnya pada cawan petri 5 buah kertas cakram diletakkan di atas permukaan media SWC-agar yang sudah tersuspensi bakteri patogen. Kertas cakram diletakkan sebanyak 4, posisinya diletakkan di masing-masing pojok cawan petri. Kemudian yang di bagian tengah cawan diletakkan kertas cakram yang telah direndam larutan fisiologis. Langkah tersebut juga dilakukan pada suspensi bakteri kandidat probiotik-2. setelah itu dilakukan inkubasi dan pemgamatan pada hari berikutnya.

.

2.3.2 Penghambat Pertumbuhan Pada Media Cair

Langkah pertama yang dilakukan pada kultur bersama yaitu penumbuhan bakteri Vibrio harveyi dan bakteri kandidat probiotik pada media TSBC secara bersama-sama. Masing-masing cawan ditumbuhkan bakteri dengan pengenceran yang berbeda-beda.  Lalu pengenceran serial dibuat hingga 10-5, 10-6, 107 untuk kontrol dan 10-1, 100 untuk kultur campuran probiotik. Selanjutnya sebanyak 0,1 ml hasil pengenceran tersebut disebar pada media TCBS. Kemudian diinkubasikan pada suhu ruang dan dihitung jumlah koloni yang tumbuh.

 

III.  HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1  Hasil

         Hasil pengamatan dari praktikum ini adalah sebagai berikut.

Tabel 1. Hasil Pengamatan Metode Kertas Cakram

Bakteri Patogen

Bakteri Kandidat Probiotik

Diameter Zona Hambat (cm)

Vibrio harveyi

M 2

S 3

0.1

M 2

S 3

0.3

Larutan fisiologis

0.2

Tabel 2. Hasil Pengamatan Metode Kultur Bersama

No.

Jenis Bakteri

∑ Koloni

1.

Vibrio harveyi (10-5)

0

2.

Vibrio harveyi (10-6)

1

3.

Vibrio harveyi (10-7)

0

4.

Vibrio harveyi dan 1-UB (100)

TBUD

5.

Vibrio harveyi dan 1-UB (10-1)

TBUD

6.

Vibrio harveyi dan 1-UB (102)

TBUD

Gambar 1. Hasil pengamatan metode kertas cakram

 

Gambar 2. Hasil pengamatan metode cawan sebar V. harveyi 10-5, 10-6, dan 10-7

Gambar 3. Hasil pengamatan metode cawan sebar V. harveyi dan 1-UB (100, 10-1)

 

 3.2  Pembahasan

Gram et al (1999) dalam Irianto (2003) mengungkapkan bahwa, probiotik merupakan segala bentuk pakan tambahan berupa sel mikroba hidup yang menguntungkan bagi hewan inangnya. Probiotik sangat penting bagi akuakultur, karena digunakan sebagai pengendalian biologis, sebagai perbaikan kualitas, dll (Garriques & Arevalo, 1995 dalam Irianto, 2003).

Berdasarkan hasil praktikum dalam tabel 1 pada metode kerta cakram adanya penghambatan pertumbuhan dapat diidentifikasi melalui ada tidaknya zona bening yang timbul. Hasil yang ditunjukkan pada kertas cakram terdapatnya diameter zona hambat pada sekitar kertas cakram. Pada S3  diameternya 0.1 cm dan 0.3 cm. Larutan fisiologis yang berfungsi sebagai kontrol negative juga terdapat zona bening yaitu sebesar 0.2 cm. Hal ini menunjukkan bahwa bakteri probiotik pada S3 dan larutan fisiologis memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan V. Harvey atau mampu bersaing dalam memanfaatkan nutrien di dalam media tumbuh.

Hasil pengamatan pada metode kultur bersama didapatkan data bahwa bakteri Vibrio harveyi yang diencerkan sebanyak 5, 6, dan 7 kali, hanya pada pengenceran ke-6 yang tumbuh yaitu 1 koloni. Sedangkan pada Vibrio harveyi dan 1-UB yang diencerkan sebanyak 0, 1, dan 2 kali jumlah koloni yang tumbuh adalah TBUD.

Menurut Laranja (2007) mekanisme antagonistik probiotik bekerja dengan beberapa macam cara antara lain:

  • Produksi senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri lain sebagai contoh bacteriocins, antibiotik seperti surfactins, itulins, bacilysins yang diproduksi spesies bacillus.
  • Kompetisi terhadap substansi yang essensial (yang diperlukan untuk metabolisme). Sebagai contoh Vibrio strain P memenangkan persaingan dengan vibrio patogen dengan mengabsorbsi zat besi. Hal ini dikarenakan Vibrio strain P memproduksi siderophores.
  • Kompetisi untuk ruang adhesi (adhesion sites). Semakin awal kolonisasi probiotik potensial di dalam saluran pencernaan, maka semakin bagus (potensi kerja probiotik).
  • ‘Quorum sensing’ antar bakteri. Bakteri dapat berkomunikasi satu sama lain dengan memanfaatkan molekul tertentu yang berperan sebagai sinyal. Dengan quorum sensing, populasi bakteri dapat meregulasi ekspresi gen dan pada akhirnya mempengaruhi komunitas bakteri tersebut.

Berdasarkan hasil percobaan dapat pula dibandingkan antara metode kertas cakram dengan metode kultur bersama. Metode kultur bersama tampak lebih efektif dalam menilai kerja dari suatu jenis probiotik. Hal ini karena dalam kultur bersama akan nampak persaingan antara bakteri patogen dengan bakteri probiotik yang kita kultur.

 

IV.  KESIMPULAN DAN SARAN

5.1  Kesimpulan

Metode seleksi bakteri probiotik dapat menggunakan metode kertas cakram ataupun kultur bersama. Pada metode kultur bersama persaingan antar bakteri lebih jelas terlihat. Tujuan dari paraktikum ini berhasil dimana praktikan telah mempelajari metode seleksi bakteri probiotikkhususnya Vibrio harvey untuk akuakultur

 

5.2  Saran

Sebaiknya dalam praktikum selanjutnya digunakan bakteri probiotik dari jenis lain untuk memperkaya khazanah pengetahuan tentang bakteri probiotik.

DAFTAR PUSTAKA

Irianto A. 2003. Probiotik Akuakultur. Jakarta : Gadjah Mada Uneversity Press.

Laranja, J. 2007. Mekanisme Antagonistik Dari Probiotikhttp://akuakultur.wordpress.com/2007/01/22/mekanisme-antagonistik-dari-probiotik/ [5 Juni 2009].

 

Posted on 11/01/2012, in Sains and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: