PEMERIKSAAN GONAD METODA ASETOKARMIN

Laporan Praktikum

M.k Dasar-dasar  Genetika Ikan

PEMERIKSAAN GONAD METODA ASETOKARMIN

 

Gia Marta Novia, C14070034

Abstrak

 Asetokarmin merupakan suatu teknik dari pengidentifikasian gonad pada ikan-ikan muda. Teknik ini membantu para pembudidaya untuk mendapatkan informasi sejak dini dalam mengidentifikasi ikan-ikan muda dalam menunjuang proses kegitan budidaya selanjutnya. Kegiatan praktikum bertujuan agar paraktikan mampu membedakan jenis kelamin pada ikan-ikan muda. Tahapan penggunaan larutan asetokarmin ini diawali dengan mengambil gonad ikan, lalu mencacahnya diatas gelas objek yang jangan dibiarkan sampai kering, kemudian ditetesi dengan larutan asetokarmin, selesai tahapan gelas objek diamati dibawah mikroskop. Hasil didapat bahwa ikan mas terdapat 9 jantan dan 8 betina sedangkan pada ikan nila di dapatkan 12 jantan dan 7 ikan betina.

Kata kunci: asetokarmin, gonad

 

Pendahuluan

 Dalam kegiatan budidaya, pembedaan jenis kelamin pada ikan sangat penting dilakukan sejak dini. Hal ini karena terkait dengan proses kegiatan-kegiatan dalam budidaya selanjutnya yang menunjang dalam keefisienan waktu, biaya, dan tenaga.

Pembedaan jenis kelamin ini biasa dilakukan dengan teknik pemeriksaan ciri-ciri kelamin sekunder pada ikan dewasa dan pengidentifikasian gonad pada ikan kecil.

Pengidentifikasian gonad memerlukan cara khusus agar dapat teranalisa yaitu menggunakan larutan asetokarmin. Dimana larutan ini adalah sebagai pewarna untuk mewarnai  gonad.

Tujuan dari pelaksanaan praktikum kali ini yaitu agar praktikan dapat membedakan jenis kelamin ikan mas (Cyprinus carpio) dan ikan nila (Oroeochromis niloticus) pada ikan yang masih muda serta untuk menguji hasil ginogenesis, androgenesis dalam membedakan jenis kelamin ikan.

Metodologi

 Praktikum pemeriksaan gonad metoda asetokarmin  dilaksanakan pada hari Jumat 3 April 2009 pada pukul 07.30 WIB bertempat di Laboratorium Genetika Ikan, Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah pipet tetes, mikroskop, gelas objek, gelas penutup, alat bedah termasuk gunting, kaca pembesar, pinset, jarum penusuk. Bahan yang digunakan adalah ikan uji yaitu ikan mas (Cyprinus carpio), dan ikan nila (Oreochromis niloticus).

Pembuatan preparat gonad diawali dengan proses penusukan ikan pada medulla oblongata dengan kemiringan 450. Agar seluruh bagian sarafnya lumpuh dan mati. Langkah selanjutnya ikan dibedah dari anus sampai menuju bagian depan yang kemudian di buka dengan hati-hati  agar bagian gonad dapat terambil. Gonad diambil secukupnya untuk diletakkan di atas gelas objek yang nantinya harus ditutup dengan gelas penutup. Sebelum diamati di bawah mikroskop dan ditetesi dengan larutan asetokarmin, gonad dicacah terlebih dahulu tetapi jangan sampai kering. Langkah selesai, pengamatan dilakukan untuk membedakan betina dan jantan.

 

Hasil dan Pembahasan

 Tabel dibawah ini merupakan persentase jumlah ikan jantan dan betina pada ikan nila (Oreochromis niloticus) dan ikan mas Cyprinus carpio).

Tabel 1. Persentase Jenis Kelamin Pada ikan mas (Cyprinus carpio) dan ikan nila (Oreochromis niloticus)

Jenis ikan ∑Ikan Betina Persentase% ∑Ikan Jantan Persentase%
Ikan Mas(Cyprinus Carpio)

8

47.059%

9

52.941%
Ikan Nila(Oreochromis niloticus)

7

36.842%

12

63.158%

Gambar 1. Grafik Persentase Jenis Kelamin pada Ikan mas (Cyprinus carpio) dan ikan nila (Oreochromis niloticus)

Gonad betina

Gonad jantan

Gambar 2. Histopatologi Gonad

Pewarnaan gonad dengan asetokarmin merupakan salah satu teknik dalam pemeriksaan sel kelamin pada ikan. Khususnya pada ikan-ikan kecil yang memiliki ukuran gonad yang kecil. Gunarso (1989) dalam Budi (2008) mengungkapkan bahwa asetokarmin merupakan salah satu modifikasi teknik pewarnaan yang paling populer terutama dalam bidang sitogenetika untuk penelaahan kromosom.

Teknik asetokarmin bisa membedakan bakal testis dan bakal ovari yang nantinya akan menjadi testis dan ovarium pada ikan dewasa (Junior, 2002).  Dalam kegiatan praktikum digunakan metode ini karena banyak memilki beberapa keuntungan yaitu alat-alat yang praktis, mudah, dan cepat. Selain metode asetokarmin contohnya terdapat metode ovariektomi. Ovariektomi yaitu suatu metode dalam pengangkatan gonad betina. Menurut indikasi keberhasilan dari metode ovariektomi adalah ikan yang telah diambil gonadnya masih bisa hidup dengan sehat karena sebelum diambil gonadnya ikan dibius terlebih dulu (Kobayasi et al. dalam Harijanto, 2006).

Berdasarkan perbandingan persentase antara jumlah ikan jantan dengan ikan betina, ikan nila dan ikan mas yang bisa dilihat pada tabel 1 dan grafik 1 diatas, Terlihat bahwa rasio antara kedua ikan jantan lebih banyak dari pada ikan betina di kedua ikan, yaitu 9 ekor ikan jantan pada (52.941%) dan 8 ekor ikan betina (47.059%) pada ikan mas. Sedangkan pada ikan nila adalah 12 pada ikan jantan (63.158%) dan 7 ekor betina (36.842%). Smith et al., (1994) dalam Barmudi (2005) yang mengatakan bahwa perkembangan gonad dipengaruhi oleh faktor dalam dan faktor luar. Salah satu contoh faktor dalam yang mempengaruhi perkembangan gonad yaitu hormon, sementara faktor luarnya yaitu suhu. Suhu dapat berperan langsung dan tidak langsung untuk mensintesa enzim aromaterase dan hal ini berpengaruh pada diferensiasi kelamin.

Hasil gambar 2 (histopatologi gonad) menunjukan bahwa pada gonad jantan memiliki bentuk yang lebih kecil dan halus serta terlihat letak sperma yang menyebar dalam jumlah yang banyak. Berbeda dengan gonad betina yang memiliki bentuk bulat besar dengan inti di dalam. Pengamatan gonad yang dilakukan oleh praktikan tidak berbeda jauh dengan gambar gonad pada literatur. Syandri dalam jatilaksono (2008) memaparkan yaitu bahwa gonad betina atau ovarium berbentuk bulat dan oval, dalam lamella terdapat septa sebagai penunjang, sitoplasma lebih tebal dan terdapat beberapa nukleus. Memiliki ukuran gonad lebih besar dari gonad jantan. Sedangkan gonad jantan didominasi jaringan ikat dan terdapat tubulus seminifer.

Kesimpulan

 Kegiatan praktikum pemeriksaan gonad metoda asetokarmin telah memberikan pelajaran pada praktikan untuk dapat membedakan jenis kelamin pada ikan yang masih muda. Hasil menunjukan gonad betina berbentuk bulat dengan inti di dalam dan gonad jantan lebih kecil serta sperma menyebar dalam jumlah yang banyak.

Daftar Pustaka

Barmudi, Iqbal. 2005. Efektifitas Aromaterase Inhibitor Terhadap Sex Reversal Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus) dalam Media 330C. Skripsi. Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Budi D.S. 2008. Pemeriksaan Gonad Metode Asetokarmin. www.google.com [7 April 2009].

Harijanto, A. 2006. Upaya Maskulinisasi Induk Ikan Lele Dumbo Clarias sp. Yang Telah Diovarktomi Parsial dengan Metode Implantasi Hormon 17 α- Metiltestosteron. Skripsi. Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Jatilaksono M. 2008. Pemeriksaan Gonad Ikan. www.google.com [7 April 2009].

Junior, Z. M. Sex Reversal Memproduksi Benih Ikan Jantan atau Betina. Depok: Penebar Swadaya

About Gya's Blog

"Gya" Mahasiswi IPB (2007)...Mayor Teknologi dan Management Perikanan Budidaya...

Posted on 10/01/2012, in Sains and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: